Berawal dari bergabungnya gw dengan tim Design Office sebagai design engineer untuk sebuah project, dikirimlah gw ke China. Kenapa gw? Karena inilah yang namanya takdir jalan-jalan hahaha. Gw ngapain nggak usah detail-detail lah ya. Percayalah kalau kerjaan kantor gw nggak bakal menarik untuk dibicarakan kok. Siapa suruh jadi engineer. Anggap aja deh Project-X untuk memperbaiki masa depan semua pihak.

G0031831
Ditemani abang-abang tourguide

Kota yang gw kunjungi untuk bisnis gelap ini bernama Xinxiang. Tapi perjalanan kita ke Xinxiang harus ditempuh lewat jalan darat setelah sampai di bandara Beijing. Dalam waktu hampir 3 jam dengan kereta super cepat dari Beijing, perjalanan ini terasa tidak begitu membosankan. Udah lama gw nggak melihat pengaruh peralihan musim ke pepohonan dan alam sekitarnya. Saat itu, musim dingin baru akan berakhir, dan musim berikutnya siap menyambut. Musim duren. Biar bisa dibelah eeeaaaaa….

IMG_7243
Stasiun kereta Beijing
IMG_7242
Ini semacam tiang lampu yang akan menerangi dunia kalau udah gelap

Selama di kereta, kiriiii kanan kulihat saja banyaaaaak pohon cemaraaaaAAaaaaa… Tapi semuanya nggak ada daunnya. Perkebunan yang dilewati juga nggak ada tanamannya. Kalaupun ada, hanya batang pohon dengan ranting-ranting. Hijau merupakan warna yang langka saat itu. Pemandangan yang gw liat hanyalah langit biru dengan pemandangan pohon mati – lebih ke koma sih – berwarna coklat dengan tumpukan salju yang sesekali terlihat. Gw nggak bisa menjelaskan, tapi gw senang melihat pemandangan menyedihkan ini.

IMG_7300
Ini kayaknya semacam museum luar angkasa yang dilewati jalur kereta

Udara di China waktu itu mengingatkan gw dengan Melbourne, kota lautan asmara. Loh itu kan Bandung. Loh. Maksudnya temperaturenya. Hampir 0 derajat ketika matahari terbit, 15 derajat di siang hari, dan 10 derajat lagi malam harinya.

Temperature yang sangat dingin membuat gw ingin memeluk mbak-mbak yang selalu papasan dengan gw. Ini. Hal nomer satu yang gw catet dalam kepala adalah perbedaan Beijing sebagai kota metropolitan dan Xinxiang sebagai kota yang bukan metropolitan adalah fashion.

IMG_7252
Pohon ga berdaun
IMG_7248
Malam di kota Xinxiang. Harusnya gw ambil foto lebih banyak.

Sebagai perumpamaan, mungkin bisa dibandingkan lah, Padang dengan Jakarta mbak2nya bijimane kalau dandan. Kebayang kan? Ya begitu hahaha. Cewek cantik yang gw liat selama gw di Xinxiang hanyalah Fan Bingbing yang bergaya sensual di dinding gedung-gedung. Ketika di Beijing, ya sedikit lebih banyak.

IMG_7481
Pasar makanan di pusat kota Beijing. Harusnya gw ambil foto lebih banyak. Tapi sudah terlena dengan aroma babi panggang jadi udah mulai halusinasi. Who’s the model? I don’t know…

Di Xinxiang juga terdapat banyak warga muslim karena pengaruh agama Islam dari daerah Eurasia. Terasa lucu buat gw ketika melihat koko-koko pakai baju koko dan peci hahaha.

DCIM100GOPROG0201925.
Menuju tembok Cina naik cable car ini nih. Pas turun lebih seru lagi, naik perosotan itu tuh.

Di Beijing, orang-orang yang berjalan di pusat kota terkesan lebih sibuk dengan kehidupan mereka. Dan setiap 15 menit pasti gw berpapasan dengan orang Indonesia. Serasa di Jakarta aja.

IMG_7360
THE MOST AWESOME GREAT WALL OF CHINA!!!!
IMG_7350
Rockstar ke tembok Cina
DCIM100GOPROG0312038.
Kata orang sini, kalau belum sempat ke tembok Cina, berarti belum boleh ngaku2 pernah ke Cina.
DCIM100GOPROG0281990.
King of the fort!!!
IMG_7505
Ballerina

So anyway…. Selama hampir seminggu gw di Xinxiang dan Beijing. Hal menarik dari perjalanan ini bukan hanya tempat yang gw kunjungi. Tapi cerita yang kita dengar dari tourguide kita selama mengunjungi tempat itu.

IMG_7313
Tiananmen Square
IMG_7309
Kata abang tourguide, tempat ini hampir selalu rame
IMG_7307
Wajah sedih karena ga bisa masuk ke dalam Forbidden City. Dateng telat sih, jadinya pagarnya udah tutup hahhaha.
IMG_7323
Tentara yang bolak balik. Kalau mau dijepret dia langsung pindah. Sadar kamera.

Kita ngobrol dengan Mas tourguide ketika kita berkunjung ke Shaolin, Mbak tourguide ketika kita berkunjung ke Great Wall dan salah satu istana dari mantan raja atau pangeran apa gitu, dan Om Dylan, karyawan counterpart kita, yang sekaligus menjadi tourguide menemani kita muter-muter di Red square Shanghai.

DCIM100GOPROG0021823.
Menuju Shaolin temple

Abay yang tertarik dengan sejarah dan agama, mungkin karena istrinya belajar yang beginian untuk kuliah, selalu bertanya dengan serius ke tourguide kita. Gw juga jadi ikut-ikutan karena terdengar menarik aja.

IMG_7268
Budi Dharma (I think..)
IMG_7253
Shaolin Monk
IMG_7276
Karena efek musim, di sini dingiiiiiinn banget. Anginnya juga kenceng. Parah kayak rinjani.

Mulai dari cerita seorang pertapa Buddha yang hijrah dari India ke China menuju Shaolin membawa ajaran agama ini ke para biksu di sini dan melahirkan ajaran Kungfu Shaolin beserta ajaran Buddha, cerita tentang bagaimana kerajaan bisa runtuh tapi agama akan bertahan walaupun ada perang kerajaan, tentang kenyataan bahwa tidak jauhnya prinsip dasar dari semua agama (every religion just wants some peace), cerita tentang Last Emperor China Pu Yi, jaman reformasi hingga kepemimpinan Mao Zedong, dan banyak cerita lainnya.

IMG_7299
Masjid di daerah Shaolin
IMG_7295
Baca tuilsan arab aja gw nggak bisa. Apalagi tulisan cina.

Kalau dipikir-pikir menarik juga bagaimana sejarah satu negara ditulis dan diceritakan atau diajarkan sedemikian rupa kepada warganya dengan sudut pandang yang berbeda sehingga terkesan berbeda dengan yang dilihat oleh orang dari Negara lain.

IMG_7334
Meja sang raja dan selirnya
IMG_7270a
Makam guru-guru besar Shaolin. Makin tinggi menaranya, makin tinggi pangkatnya.

Gw bisa ngasih banyak contoh sih berdasarkan apa yang pernah gw baca di reddit. Menurut ngana ceritanya Hitler dan keikutsertaan Jepang pada perang dunia kedua diceritakan di buku sejarah negara masing-masing seperti apa? Nggak seperti yang kita pelajari ketika belajar sejarah di SMP/SMA tentang perang dunia kedua pastinya. Beberapa hal tidak disampaikan kurikulum sekolahnya.

 

DCIM100GOPROG0161908.
Gedung-gedung begini selalu ngingatin gw sama film boboho.
IMG_7287
Menjadi coverboy tampak belakang

Daripada ngatain negara orang, mending ngatain negara sendiri hahaha. Gw kasih contoh Indonesia aja deh. Mungkin gw nggak dapet pelajaran ini karena gw SMP nggak di Indonesia, atau gw memang sangat ignoran, tapi sumpah gw tahu terlalu telat kalau ternyata ketika jaman PKI itu hampir jutaan orang meninggal. Serem amat. Tapi kayaknya yang diceritakan di sekolah tidak sama dengan film dokumenter yang sesungguhnya, atau sejarah yang tertulis di Wikipedia.

Nah hebat kan gw, dari obrolan jalan-jalan bisa berubah jadi obrolan serius mengenai negara dan sejarah.

So anyway…. China was fun!

 

Advertisements