Beberapa hari setelah kembali dari Pulau Tunda, hasrat untuk liburan muncul kembali. Siapa sangka kerja itu ternyata nggak seenak liburan =p

Target untuk mengunjungi semua pulau dan pantai di jabar dan sekitarnya pun direview kembali. Setelah dipikir-pikir, Pulau Sangiang menjadi pilihan berikutnya. Pulau yang terletak di Selat Sunda ini masih relatif sepi pengunjungnya dibandingkan kepulauan seribu, pulau tunda, dan anak gunung krakatau. Fasilitas untuk turis belum terlalu baik. Tapi untuk anak muda (gw masih dalam hitungan anak muda ya) rasanya bukanlah masalah yang besar. Kita berprinsip ‘kalau mesti ngegembel yowis ngegembel aja dah’. Yang ikut siapa aja? Ya itu-itu aja orangnya.

IMG_6390
Om nelayan
IMG_6385
Say cheeeeeseee!!!

Kita berangkat jumat malam dari Tangerang. Naik bis menuju kota Cilegon dalam waktu kurang dari 2 jam. Kita sampai di pusat kota kira-kira pukul 10, namun seperti biasa, Plan A selalu gagal. Rencana kita untuk menginap di masjid agung di tengah kota buyar karena masjidnya dipagar total. Orang-orang tidak diperbolehkan masuk di malam hari. Mungkin banyak yang menggembel di masjid ini karena posisinya yang di tengah pasar dan gembel-gembel tengah malam ini merusak atau mengotori masjid. Plan B tidur di stasiun kereta juga gagal, karena statiun juga dikunci. Plan C. Naik angkot ke pelabuhan. Agak gila sih. Mau tidur di mana gitu. Tapi nggak ada opsi lain yang lebih baik.

IMG_6305
Ngegembel

GOPR0675Kita nyampe malam di pelabuhan, ngemper di kantor depan pelabuhan dan tidur seperti nomaden tak punya uang di lantai dingin dan ditemani nyamuk-nyamuk. Pintar-pintar sekolah, kerja korporat, tapi kalau urusannya travelling rela-rela aja hidup susah. Kesialan kita juga nggak berakhir di sana. Di pagi harinya kita baru nyadar kalau kita nginap di pelabuhan yang salah. Ya ngangkot lagi deh lebih kurang 20 menit menuju pelabuhan meeting point kita dengan si om event organizer dan beberapa open tripper lainnya.

IMG_6404
Bakat jadi foto model

IMG_6382Open trip kali ini, kita camping! Di bawah pepohonan di pinggir pantai, kita mendirikan tenda. Hammock juga diikatkan ke pepohonan. Kita nggak menghabiskan banyak waktu karena pengalaman seminggu bongkar-pasang tenda ketika main ke Gunung Rinjani.. Cieee anak gunung ya.. Baru sekaliiiii…

IMG_6456
Tenda kita asoy
IMG_6454
Ini nama buahnya apa ya

Pulau Sangiang terasa sangat asing dari peradaban. Di sepanjang garis pantai tempat kita camping, ada satu gubuk yang jualan. Bapak Ibu di gubuk inilah yang nanti ngasih kita makan siang dan malam.

DCIM100GOPROGOPR0680.
Open tripper

Pantai pasir putihnya berisikan sampah. Bukan sampah dari pengunjung Pulau Sangiang, tapi sampah yang dibawa arus laut. Gw rasa perhatian pemerintah untuk pulau ini belum begitu besar dan karena turis juga belum banyak, makanya S.O.P. untuk menjaga kebersihan pantai belum ada. Bapak yang di gubuk ini dan beberapa penduduk lainnya selalu mencoba untuk membakar sampah-sampah ini sekali seminggu. Sayang kalau tidak rawat katanya.

IMG_6436
Ucok sedang menikmati hidup
GOPR0471
Tuh keliatan sampahnya agak nggak karu2an

G0190645

G0140497

IMG_6427
Latian handstand

Kita hiking menuju hutan. Melewat jalan licin, berlumpur, dan rawa-rawa. Suara nyamuk tidak pernah berhenti selama kita di dalam hutan. Bahkan ada sebuah goa yang nyambung langsung ke air laut yang dihuni kelelawar. Hal yang unik dari goa ini adalah ikan hiu yang nangkring di hempasan air laut menunggu kelelawar yang nyebur ke air. Sayangnya kita nggak melihat ikan hiu yang legenda itu.

DCIM100GOPROGOPR0683.

IMG_6405

Final verdict. Come here if you got the time. I had a blast!!

DCIM100GOPROGOPR0667.

Advertisements