Dari sebuah wacana untuk jalan-jalan akhir pekan dengan teman-teman kantor satu unit, rencana ini perlahan-lahan terealisasi dengan skala yang lebih besar dan bukan hanya untuk teman unit gw. Pas jaman sma atau kuliah dulu, ngajak orang jalan mungkin sedikit lebih gampang karena jaman dulu temen-temen gw nggak ada keterbatasan dalam ngeluangin waktu, atau ngurusin keluarga dan anak, atau ‘butuh duit buat beli rumah’ dibandingkan om-tante yang udah dewasa. Beda prioritas lah.

G0100376
Check my sexy curly bangs hahaha

Ini pertama kalinya gw mengorganisir jalan-jalan dalam skala yang cukup besar. Biasanya kalau jalan ya hanya berlima, dan itu juga temen deket gw semua. Jadi kalau ngomong dengan mereka untuk merencanakan plan menjadi lebih gampang, nggak ada ‘aduh maaf banget ya’ atau ‘gw jadi nggak enak juga nih sama temen-temen yang lain kalau gini’. Kalau temen mah ngomongnya udah ‘anjing tai lu, nggak mau ah enak aja’, dan biasanya juga no heart feelings abis ngomong begitu.

Hal yang paling menyakitkan dari ngurusin jalan-jalan adalah menunggu kepastian dari orang. Seperti digantung oleh seorang cewek yang baru aja lu tembak ala-ala jaman sma, gw menunggu jawaban banyak orang apakah mereka benar-benar jadi ikut atau nggak.

GPExportPhoto
Superman

Kita ikut private trip dengan salah satu event organizer yang bisa dicari di instagram. Yang menjadi masalah adalah harga private tripnya fix dan akan ada diskon setelah orang ke-21. Gw nggak inget duit pastinya, tapi ya misalnya harga yang harus kita bayarkan ke si-EO adalah 10 juta. Kalau yang ikut 20 orang, berarti per kepala bayarnya bagi 20. Kalau hanya 15 orang, harga bayar ke si-EO tetap 10 juta, tapi kita mesti bagi 15 per orang. Jadi bisa dibayangkan kenapa gw butuh kepastian berapa orang yang ikut. Ketika ada yang ngebatalin ikut, harga per kepala yang harus dibayarkan temen-temen yang lain akan naik.

G0090312
Nyari sunrise tapi nggak ketemu

Dari awal ngurus jalan-jalan ini, sampai pulang ke rumah masing-masing, cukup sering terjadi perubahan rencana, mau duit lah, waktu dan itinerary nya, nginepnya gimana, yang harus gw sampaikan ke banyak orang dengan awalan ‘mmm jadi giniii…’ hahahah. Pusing juga kali ya jadi trip leader buat open trip.

Tapi ya, tujuannya Pulau Tunda. Di laut sebelah utara dari kota Serang. Kita berangkat naik bis umum dari Tangerang. Berhenti di Serang, kemudian naik angkot charteran sampai pelabuhan. Nyebrang ke pulau hanya 2 jam, tapi ini pertama kalinya gw naik kapal nelayan dengan ombak yang cukup tinggi. 1-2 meter ada kali. Cuaca sih nggak hujan, gelap, atau badai. Masih terang disinari matahari. Tapi tetap kita hanya tertawa di kapal sambil memikirkan apakah kita akan selamat.

GOPR0322
Gaya orang lama. Wajah sudah menudukung.

Snorkelingnya cukup bagus, nginep di rumah orangnya juga cukup oke, makanan oke, dan lebih oke lagi karena kali ini banyak orang yang ikut aja, lebih banyak orang yang bisa diajak becanda. Di malam hari, kita sampai ngeliat seekor kambing betina digangbang dan mengembek2 ga berhenti dikejar krasak-krusuk sana-sini oleh beberapa ekor kambing jantan ketika kita nyanyi-nyani di halaman. Gangbang loh ini gw ga bohong. Kalau itu manusia, itu sudah masuk kategori pemerkosaan kali hahaha. Hidup jadi kambing betina memang keras bung.

GPExportPhoto-0001
Si bapak nemo ini kesel liat gw

Secara keseluruhan tripnya enjoyable untuk weekend getaway. Pelajaran dari trip ini: jangan jadi event organizer!! bikin pala pusing hahahaha.

Advertisements