Cerita trip Rinjani belum berakhir. Ini adalah episode lanjutannya. Karena pegel nulis bahasa inggris, gw kembali ke bahasa indonesia aja.

Alasan lain gw pengen ikut trip ini adalah bagian main airnya. Pulau Kenawa!! Kita berencana camping di pulau ini. Kebanyakan orang memang tidak camping di tempat ini, tapi kita memutuskan camping aja karena kenapa nggak.

DCIM103GOPRO

Dari penginapan di kaki gunung rinjani, kita naik mobil sampai pelabuhan lombok di bagian timur pulau. Menyebrang ke pulau sumbawa dengan ferry selama kurang lebih 2 jam, kita sampai di pelabuhan poto tano. Sesampainya di sana, kita memutuskan rencana untuk 2 malam berikutnya. 1 malam camping di pantai daerah pelabuhan, dan 1 malam camping di pulau kenawa. Keputusan ini dibuat berdasarkan cerita-cerita di internet.

P_20160817_132107
Ngegembel di atas ferry

Camping malam pertama di poto tano cukup unik dan serem. Dari pelabuhan kita jalan setengah jam menyisiri pantai untuk mencari tempat yang nggak ada orangnya. Dari pinggir pantai, ada sebuah lapangan rumput yang luas berisikan kotoran sapi. Spot yang tepat untuk mendapatkan full experience camping di tempat tak berpenghuni. Kita langsung merebahkan badan dan menikmati matahari sore.

IMG_1649
Mencari spot masang tenda

DCIM103GOPRO

P_20160817_175633_HDR
Camping di poto tano

Ada sebuah mercusuar di sini. Dengan tangga besi yang berbunyi setiap pijakan kaki gw, tidak ada alasan untuk tidak memanjat sampai puncak. Walaupun di atas mercusuar ada sampah yang berserakan, dan eek kering (orang stress macam apa yang eek di atas mercusuar hahaha), pemandangannya cukup sip.

DCIM103GOPRO
Selfie mercusuar

Malam itu jadi malam terhoror dan tergoblok. Kita bisa mendengar lonceng-lonceng dari kejauhan. Positif thinkingnya sih sapi. Tapi kalau ada jack the ripper ya wassalam. Burung gagak yang berkicau merdu ngedeketin kita. Masak nasi yang gagal karena kita goblok. Makan mi rebus bareng-bareng sekompor berlima. Cahaya hanya dari senter kita. Sedap ngerinya.

P_20160817_175320
sendirian banget nih mas?

Esok paginya kita nyewa sebuah kapal nelayan untuk mengantarkan kita nyebrang ke pulau kenawa. Nggak nyampe 30 menit kok. Pasir putih, laut biru, angin kenceng, dan suara ombak kecil di pinggir pantai. Ahhh damai.

P_20160818_100544

P_20160818_115047_HDR
Melepas lelah euy

Ada satu warung di pulau kenawa yang dijaga seorang Ibu. Cuma beliau penduduk di sana. 2-3 warung lainnya kebetulan lagi cuti hahaha. Si Ibu jualan seperti warung kopi standard indonesia dan nyewain gear snorkeling juga. Beliau bisa masakin makan malam juga dengan hasil tangkapan ikan yang dibawain bapak nelayan. Tau gitu mending kita nginep di sini juga malam sebelumnya.

P_20160818_104134P_20160818_114347

P_20160818_163911
Karena nggak tau namanya, kita trademark kasih nama. Kontol laut. Hewan laut yang aneh. wkwkwkw.

IMG_1775P_20160818_162142

Kita ngediriin tenda di tengah-tengah pulau dengan hamparan padang rumput yang luas. Saat itu rumputnya berwarna kuning karena efek musim. Beberapa foto di internet ada yang pulau kenawa versi hijau. Bukit kecil di pulau ini wajib didaki. Snorkling gw juga menganjurkan, karena ternyata coral dan ikan-ikannya bagus. Kita bahkan ngitarin pulau dalam waktu kurang dari 1 jam. Persis seperi bolang.

DCIM103GOPRO

Sebuah kapal pinisi datang menepi, dan melempar jangkar di tengah lautan. Dengan sekoci kecil, bule-bule mulai menghampiri pulau. Mereka juga naik bukit seperti kita untuk menikmati sunset.

P1040709
Kapal pinisi buat orang berduit
P1040701
Tenda kita yang dilewatin orang-orang dengan penuh rasa heran

P1040707
Cewek seksi. Si aji bisa aja ngambil gambar.

P_20160818_174521

P_20160819_061304Walaupun tidak ada cahaya lampu malam itu, sekeliling gw cerah banget. Bulan yang bersinar terang, dan langit malam yang menghiasai bintang-bintang membuat malam ini jadi romantis. Cewek doang yang nggak ada. Sedih aing.

IMG_2185

Bocah-bocah pada tidur dalam tenda, tapi gw mutusin untuk di luar aja, karena jauh lebih adem. Tepat tengah malam, ada segerombolan turis malaysia datang. Tadinya gw ketakutan karena gw kirain ada polisi pulau yang mau ngusir kita. “What’s up broo?? Kita numpang diriin tenda di sini juga ya!”, ucap seorang om-om dengan logat malaysia.

Mereka berdelapan orang, 2 cowok, sisanya mbak-mbak dan satu ibu-ibu banget kalau dilihat dari fisiknya. Sembari yang lain ngediriin tenda seperti orang-orang kebingungan baru belajar bikin tenda, si ibu-ibu duduk sebelah gw, dan minta rokok gw sebatang. Yup. Gw ngobrol dan ngerokok bareng nenek-nenek dari malaysia wkwkkwkwkw. Pengalaman yang aneh.

IMG_2130

P_20160818_171250_HDREsok harinya, gw harus meninggalkan pulau kenawa dengan penuh rasa sedih. Kepulangan kita nyari damri ke Lombok juga diwarnai dengan adegan berantem dengan orang terminal yang maksa kita naik ke bis (bukan damri). Gw pikir kita bakal adu jotos beneran. Gw udah sebel, si Aji juga ngedebatin orang itu karena maksa-maksa. Sampai dikejar ke ferry loh hahaha.

P_20160819_155403
Damri mogok karena salah satu rem blong

Trip yang sangat memorable.

Pictures are credited to Gandhi and Aji.

Advertisements