original 36 questions post

Menurut gw orang tua gw membesarkan gw dengan baik kalau untuk urusan sopan santun, akhlak, atau pendidikan. Gw juga dasarnya nggak ngehek-ngehek amat sih waktu bocah. Bukan jenius matematika, tapi yang penting lulus. Gw bisa mikir mana yang salah dan mana yang benar sebagai seorang manusia. Gw nggak socially awkward juga jadi untuk urusan pergaulan gw oke oke aja kayaknya. Satu hal yang selalu bikin gw bergumam berkaitan dengan hobi gw. Bola dan musik. Beberapa temen-temen kantor gw bilang kalau gw jago main bola dan musik. Padahal  nggak sama sekali hahaha.

Bola. Gw tumbuh di lingkungan teman-teman gw yang hobi main bola. Ketika masih SD, hampir tiap sore gw main bola. Jaman SMA mungkin sekali dua minggu gw main bola tanpa sepatu 3 lawan 3 di rumah temen gw. Kalau ada turnamen antar kelas, gw sih ikut juga. Kadang starter, kadang cadangan. Gw bukan pemain yang sensasional.

Jaman kuliah lebih mengenal futsal. Jauh lebih intense karena benar-benar menjadi hobi. Biasanya main futsal sama unit mahasiswa minang dan anak-anak jurusan gw. Turnamen bola dan futsal gw pasti ikut. Gw nyadar juga skill gw jadi semakin baik. Nggak seperti messi atau zidane, tapi cukup baiklah untuk dijadiin starter. Jaman itu masih banyak juga mahasiswa lain yang lebih sangar skillnya. Tapi futsal kan permainan tim, bukan individu. Mau sejago apa salah satu pemainnya, kalau main timnya kayak eek ya ga bakalan menang juga. Memori terindah gw adalah ketika kita juara 2 turnamen futsal ITB. Nih.

Musik. Gw mengenal instrumen musik cukup telat. Tapi gw sadar ternyata nggak susah-susah amat untuk sampai level yang ‘acceptable’ dalam artian bisa main kunci dasar dan solo yang sederhana.

Jaman SMA gw ngeband buat hepi-hepi aja. Satu kali ngisi acara festival band SMA bawain lagu surat cinta dan lagu iwan fals (gw nggak inget lagu apa). Pas kuliah mulai beberapa kali ngisi acara jurusan dan di unit kemahasiswaan. Nggak serius-serius amat. Skill pas-pasan, tapi yang penting bahagia.

Dari cerita singkat di atas, nggak singkat juga kali, gw penasaran hidup gw bakal gimana kalau dari kecil gw ikut les musik atau klub bola. Semua yang gw bisa sekarang hanya otodidak atau belajar dari temen gw.

Waktu kecil gw bukan anak yang ambisius yang minta ke orang tua untuk ikut ini itu. Gw nggak minta ikut klub atau ikut les. Gw nggak peduli akan banyak hal. Orang tua gw juga nggak pernah nanya gw atau memaksa gw untuk memiliki hobi.

Gw mulai sadar ketika udah masuk kuliah bahwa skill2 geje ini banyak manfaatnya, untuk orang lain dan untuk diri sendiri. Pendidikan memang penting, tapi apa salahnya kalau bisa skillful dalam olahraga dan musik juga. Gw membayangkan kalau gw jalan lewat di depan sekerumunan mahasiswi, gw bakal di kya-kyaaa-in, dan ada bendera dengan nama gw yang dikobarkan sekumpulan pemuda ibarat slankers. Yahh. Sayang sekali kenyataannya nggak begitu.

Hadeuuhhh, seandainya dulu gw dipaksa mendalami bola atau musik. Nggak untuk karir yang profesional juga, tapi cukup untuk membuat gw lebih outstanding aja.

Advertisements