Pagi berikutnya kita udah berencana untuk stay di kota aja. Pinjem motor keliling2 nyari tempat yang bisa disamperin di Labuanbajo. Sekalian istirahat setelah 2 hari di laut, dan juga cari info gimana cara ke Kelimutu.

Setelah nego mobil dengan Karaeng Joni untuk ngetrip ke Kelimutu buat besok (tunggu di postingan berikutnya), kita nyewa 2 motor ke bapak hostel. Karena kita bener2 blank mau ke mana, beliau ngasih beberapa opsi spot yang bisa dikunjungin yang menurut dia semuanya bagus. Kita mutusin untuk pergi ke goa batu cermin dan bukit cinta untuk hari itu.

Perjalan ke goa batu cermin makan waktu 20 menit plus nyasar kayak orang bego. Di pintu masuk harus bayar uang visit, ga inget berapa tapi murah kok. Dikasih senter dan disuruh jalan aja sendiri. Kata abang-abang yang lagi main kartu kita ga bakal nyasar. Nitip motor di sini, kita lanjutin jalan kaki ke batu cermin.

Bentuknya ya semacam jalan setapak dua tapak yang membelah di antara dinding bebatuan yang terukir karena hujan. Stalaktit/stalagnit kali ya namanya? Gw bukan ahli batu, tapi bisa digugel aja lah. Setelah jalan 10 menit, ada tumpukan helm safety yang sepertinya bisa dipake untuk umum. Kita nggak berpapasan sama siapa2, hanya ada cabe2an yang nongkrong di tangga masuk ke daerah ini, jadi kita nggak tau mau nanya ke siapa. Secara naluri kita pake helmnya aja.

Ada lobang kecil yang gelap banget, dan ada jalan ke daerah terbuka yang terang. Setelah inspeksi, kayaknya lobang ini agak horor, dan kita nerusin jalan ke tempat yang terang.

img_1053
Ya beginilah penampakannya.

10 menit kemudian, kita sampai di titik awal anak tangga itu tempat si cabe2an nongkrong. “Loh masa gitu doang?”, kita pada heran semua. Karena yakin salah jalan, kita jalan balik lagi.

Kembali ke tempat perhelman itu, ada segelontoran anak2 smp dengan baju pramuka. Kita nanya yang batu cerminnya mana. Mereka bilang masuk ke lobang itu. Kita pun masuk bagai Indiana jones. Sambil nunduk2 di kegelapan, kita nginjek lumpur, misuh2 karena horor, kemudian sampai ke ruangan yang agak lega. Ruang oval, gelap, dengan batu gede di tengah. Ini yang namanya batu cermin. Di langit2 goa, ada kelelawar2 yang kalau disenterin pada panik. Mereka panik, kita juga panik. Serasa main film batman.

img_1107
Poto dengan cabe2an. Courtesy of jancuks fotografi.

Kita kembali ke hostel, makan siang, kemudian istirahat nunggu sore untuk hunting sunset di bukit cinta.


Sore itu berangkat lagi dengan 2 motor metic yang kita sewa. Jalan ke bukit cermin masih dalan proses pembangunan. Jalan beraspal mulus seperti jalan tol di lereng bukit meliat laut. Angin sejuk membuat perjalan ini cukup menyenangkan. Gw ngerekam video perjalanannya sih, tapi sampai sekarang belum dibikin filmnya. Males.

Setelah aspal yang agak bagus, kemudian jalannya jadi aspal2 kayak di komplek perumahan, dan sehabis itu jalan tanah bebatuan hahahah. Gw terlalu tinggi menaroh harapan. Sesampainya di bukit cinta, parkir motor, sprint ke atas bukit 15 detik, sampai deh. Bagus sih. Tapi kurang epic. Mungkin karena efek baru jam 4an, dan kita ngerasa kalau masih sore adventure itu belum berakhir.

DCIM101GOPRO
Bukit cinta bertiga homo bingitss wkwkwkw

Kata si bapak hostel tadi, jalan dari bukit cinta masih bisa diterusin lagi. Sampai mana? Katanya nanti bisa belok kiri turun ke pantai. Oke kita berangkat lagi.

Sesampainya di sana, ternyata pantainya daerah private. Ada gerbangnya, ada tulisan bukan untuk umum, dan kita ngerasa kalau tetap masuk kita bakal di panah. Kita mutusin untuk nggak ke pantai ini, dan meneruskan perjalanan ke ujung pulau. Nah disinilah yang bener2 my trip my adventure.

Kita nyadar,  si bapak hostel nyewain motor bukan untuk jalan yang bakal kita tempuh. Trek ini bukan buat motor metic. Ini buat motor trail, naik turun bukit dan tanah bebatuan. Tapi ya bodo amatlah asal motornya nggak jebol hahahaha.. Ketemu orang di jalan, mereka nanya hal yang sama, “Ini ujungnya mana, Mas?” “Kita juga nggak tau mas asal tancap gas aja hehehe”

30-45 menit ada kali kita bawa motor dengan kecepatan 20 km/jam rem gas rem gas rem gas. Sampai deh kita di spot ujung pulau yang agak datar persis menatap sunset. Beuuhhh best motorcycle ride hahahahah..

edited