Setelah sarapan pagi itu di atas kapal, tujuan berikutnya adalah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di sini kita bakal trekking sambil liat-liat komodo liar berlari salto-salto di alam liar.

Kita ke Pulau Komodo terlebih dahulu.

DCIM100GOPRO
Berlabuh di Pulau Komodo

Sampainya di Pulau Komodo, langit biru tak berawan dan udaranya masih sejuk. Ditemenin salah seorang ranger, kita dibawa melewati jalur trekking medium. Trekkingnya nggak jauh dan juga nggak ekstrim. Kita jalan di bawah pepohonan yang rimbun, dan berhenti setiap saat ketemu komodo, atau ketika si ranger mau nyeritain sebuah kisah di spot-spot tertentu.

DCIM100GOPRO
Bersama sang kapten kapal di Pulau Komodo

“Ini adalah eek-nya komodo!”, sambil nunjuk cairan putih persis seperti cat dinding.

“Jejak di tanah ini adalah bekas seretan ekornya komodo yang baru lewat!”, sambil nunjuk jejak-jejak aneh di tanah.

Satu hal yang agak serem waktu itu adalah ketika di saat trekking, ada satu jalur setapak yang ditutup dihalangin tali, persis seperti ‘police line’ yang warna kuning itu loh. Kita nanya, “Pak, ini kenapa ditutupin tali ya?”

“Oooo.. Ini beberapa waktu yang lalu ada ranger yang salah jalan masuk sini. Ini bukan jalur trekking. Waktu dia masuk ke sini, ada komodo yang sembunyi nunggu. Digigit, trus meninggal deh.” Si bapak ini ngomong dengan santai. Gw udah gemeteran aja takut kena ambush oleh komodo yang seperti ninja menyerang dari bayangan. “Ayo Pak, langsung berangkat!” Gw ga mau lama-lama; gw belum siap masuk koran lokal.

DCIM100GOPRO
Super smile!!

Cukup menarik ngeliat binatang-binatang ini dengan santainya nongkrong di mana-mana. Di bawah pohon, dalam semak, di daerah perumahan penduduk. Pulau ini katanya hanya dihuni 3-5 orang, untuk ngejaga pulau aja. Siapa ya yang cukup gila mau tinggal yang depan halamannya banyak berceceran eek komodo.

DCIM100GOPRO
Di puncaknya Pulau Komodo

 

Pulau Rinca sedikit berbeda. Ketika ditawarin sama ranger mau pilih trek pendek, medium atau panjang, kita bilang trek panjang aja biar agak seru karena trek mediumnya pulau komodo ternyata bisa ditempuh dalam waktu yang relatif singkat, dan nggak lelah-lelah amat.

DCIM100GOPRO
Tampang sedih ga ada tangan yang bisa dipegang

Sebenarnya keliatan dari cara bicara si ranger bahwa dia maunya trek yang medium. Mungkin karena dia males aja agak jauhan. Berhubung kita ditraktir si Ezra untuk masuk pulau termasuk bayar ranger (gw juga nggak tau kenapa tiba2 dibayarin), kita nyerahin keputusan ke dia. Dia bilang, “Well I paid for it, so I think I wanna go with the long track.” sambil senyum.

DCIM100GOPRO
Jalan entah berantah

Setelah jalan beberapa menit, ternyata kita udah keluar dari kawasan perpohonan. Sisanya hanya bukit, rumput, batuan, semak, dan itu nanjak terus. Terjal sih nggak, tapi kayaknya capek udah mulai kerasa dan mungkin karena ini juga udah mendekati tengah hari.

Panas matahari gas pol membakar udara. Ketek gw udah kayak air terjun pengantin. Gw mandi keringat. Kulit mendidih walaupun udah diolesin sunblock.

Di puncak tertinggi pulau, kita duduk dulu ngabisin sisa air minum yang kita bawa. Gobloknya orang2 cuma bawa 1-2 aqua gelas, yang udah diminum di jalan naik ke puncak ini. Untung gw bawa 1 botol full yang langsung diseruput seperti minum air dari surga. Pantesan si abang ranger nggak mau trek panjang. Lelah gini.

DCIM101GOPRO
Kaki lelah untuk pemangandan ini

Beneran, naik segitu doang capeknya ampun deh. Itu hanya ngabisin setengah hari dan paling 15km total jalan kaki. Naik sejam, capek, nyampe di puncak cuma 10 menit, turun sejam, capek. Makanya gw nggak minat naik gunung. Tapi itu sebuah peralihan unik yang ternyata cukup gw nikmati.