17 Agustus. Buat semua orang, hari merdeka negara kita. Buat sebagian orang, tanggal merah di hari senin. Libur panjang yang dinanti-nanti, saat yang tepat untuk melepas stress. Di semua media sosial yang gw punya, temen-temen gw pada nikmatin tanggal merah ini. Foto-foto mereka di puncak gunung, di sebuah lautan dangkal dengan snorkel nempel erat di wajah, monumen unik di kota yang tidak familiar, makan malam dengan keluarga besar di kampung halaman, bahkan acara pernikahan yang kebetulan memang lagi rame-ramenya belakangan ini. Gw? Liburan terbaik untuk melepas stress tanpa ngeluarin banyak duit; di kosan menikmati hari-hari indah dengan tidak mengangkat hape yang masih berbunyi karena panggilan alam. Kantor memang tidak mengenal hari libur.

Salah satu alasan kenapa gw ngeblog, semenjak kuliah, adalah karena gw penasaran apa jadinya di hari tua nanti ketika gw ngebaca postingan jadul gw. Gw pasti bakal lupa. Hanya sebuah medium untuk ‘relive the moment’ kalau kata bule-bule. Banyak hal menarik yang terjadi dalam hidup gw. Mungkin ga setiap saat sesuatu yang luar biasa bisa terjadi. Terkadang gw ga ngelakuin sesuatu yang spesial. Bangun pagi, datang ke kantor telat, seperti biasa, kerja, stress kiri-kanan diburu semua orang, pulang, ngobrol di ruang tamu, ngelanjutin hobi-hobi gw yang bisa gw lakukan hanya di malam hari; keyboard, gitar, nyanyi, game komputer, internet, sampai mata udah ga kuat lagi nahan kantuk, atau hingga sakit kepala datang, dan kemudian tidur. Simple. Sama halnya dengan weekend. Bangun siang karena hanya di weekend lah gw bisa begitu, santai di kosan karena udara di luar sangat panas, denger musik dan ketawa sampai malam, malam mingguan denger live rock sampai dini hari, dan cukup itu aja. Kalaupun setiap hari hampir selalu seperti itu, tapi gw cukup bahagia.

Itu siklus default kalau ga ada yang asik-asik. Tapi banyak hal udah terjadi semenjak awal tahun. Hanya saja setiap menyusun kalimat demi kalimat menulis blog ini, fokus gw pasti terganggu. Gw ga sestronkk dulu lagi ngetik (minimal) 2 jam untuk sebuah postingan. Yup. Bikin satu postingan sederhana terkadang 2 jam. Belum lagi koreksi dan edit-editnya. Sudah banyak draft yang gw tulis yang terhenti di tengah-tengah cerita karena gw ngerasa tulisannya kurang bagus. Perfeksionis? Mungkin. Gw bahkan bukan penulis professional, bahkan bukan semi amatir sekalipun, tapi gw selalu berhenti kalau gw ngerasa tulisan gw kurang asik dan tidak layak.……………….

Beberapa waktu yang lalu gw ke Thailand dengan 2 orang sahabat gw. Nado dan Suwon. 2 orang temen deket satu kosan dulu sewaktu gw masih unyu-unyu di Bandung. Berawal dari informasi tiket promo airasia yang harus dibeli cepet, kita menyusun rencana ke Thailand, bahkan telfon-telfonan dan buka situs liburan pada saat jam kerja. Kita bisa aja rugi kalau seandainya setelah beli tiket, ternyata nggak jadi berangkat karena memang rencana jalannya hampir 6 bulan setelahnya. Dan ternyata memang jadi kenyataan. Yang berencana dan udah beli tiket ber-6. Yang berangkat hanya 3. Three idiots.

Untuk mempersingkat cerita, gw berikan informasinya dalam bentuk statistik aja.

8-9 hari kita di Phuket, Bangkok, dan Laos. 5 penerbangan Via Kuala Lumpur dan 1 kereta antar negara. 1 pramugari seksi (arti kata seksi menurut gw adalah body gitar, depan belakang nongol berlebihan bagian atas belahan rendah.. Yayaya gw tau agak pervert dikit, tapi gw bisa apa, gw cowok. Gw ga bisa ga peduli kalau ngeliat beginian…) 2 orang asli Minang random yang ketemu di minibis di Phuket yang ternyata salah satunya 1 SMA sama gw. Ajaib. 1 kamar 1 Queenbed untuk 2 orang yang dipake ber-3 yang membuat resepsionis kesel dengan kita. 2 motor ber-3 ngelilingin Phuket dalam 1 hari. 1000 petasan yang dinyalakan di Wat Chalong Temple. 1 patung Buddha raksasa di atas pengunungan. 1 anjing yang menggonggong ketika kita ngelewatin pasir pantai dengan motor di malam hari yang ga ada lampunya. Kenapa pake motor di pasir? 1 orang navigator yang tolol. Kita tancap gas sambil ngakak ketakutan dan ber-3 dengan pose yang sama, kaki diangkat dari pijakan takut digigit anjing kayak orang ngindarin banjir. 1 malam di Bangla Road Phuket yang sangat hidup dengan bule-bule nyanyi mabok di jalan, banci tetek gede palsu, dan ratusan pole dancer hot tepat di depan mata. 45 menit naik kapal nyebrang ke pulau Phi Phi. 30 menit snorkling di pantai yang tepat di depan penginapan kita. 10 menit pertama mencoba untuk snorkling karena air masuk ke goggle dan gw ga pernah snorkling dari pinggir pantai sampai ke tengah. Ombaknya lumayan juga dan air ga tenang, jadinya air sering masuk ke tube buat nafas. 20 menitan di tengah laut ga ada orang ataupun kapal kiri-kanan di air yang mungkin dalemnya hingga 5 meter. 3 menit di tengah laut nebeng ke pundaknya Nado karena kaki gw kram. Hahaha, asli gw pikir gw bakal mampus. Sebuah pelajaran di masa depan. PEMANASAN! 30 menit trekking naik gunung hanya untuk ngeliat sunset beberapa detik. Puluhan selfie dengan 5 orang stranger yang kita ajak secara random, dan mereka semua ternyata juga solo travelling. 30 menit trekking turun gunung gelap gulita hanya dengan senter hape. 1 ular yang bergerak tepat di sebelah kaki kanan gw. 1 makan malam santai dengan bule-bule hot di restoran pinggir pantai dan 1 jam obrolan goblok dengan Nado. Gw selalu kepikiran, bule yang pergi liburan kayak begini kok rata-rata attractive semua ya? Hmmm.. lanjut. 1 bule cewek, cantik, yang ngobrol dengan kita sepanjang perjalanan tentang cerita solo travellingnya ke berbagai negara Eropa dan Asia. 30 menit ngapung di air di perairan PhiPhi snorkling dengan sangat bahagia. 1 gopro yang ternyata ngehang selama 2 kali kita snorkling dan ga ada foto ataupun rekaman bawah air sama sekali. 3 tiket kapal yang hangus karena ditinggalin kapal. 1 driver taksi yang sangat baik hati mau nganterin kita ke 2 toko souvenir tanpa biaya ekstra, dan kemudian lanjut ke bandara. 1 pemilik apartemen cewek yang sangat baik hati di Bangkok. 30 menit naik longboat di sebuah sungai Bangkok. 1 duren yang dimakan ber-3 sambil jalan. 1 rencana mengunjungi kuil-kuil di Bangkok yang gagal karena datang kesorean. 1 orang pengemudi bajaj yang nawarin kita ke tempat ngewek dengan harga yang cukup murah. 1 jam Thai message yang dengan hokinya gw doang yang di-message sama cewek. 8 jam kereta malam ke Veintiane Laos. 1 cangkir kopi Laos di sebuah terminal bis. 1/2 hari jalan kaki di Vientiane. 1 jam jalan kaki di daerah penginapan jam 11 malem dan ternyata ga ada kehidupan malemnya, ga kayak Thailand. 1 penghuni motel baik hati yang nganterin kita ke bandara dengan mobil pribadinya. 400ribu duit Laos yang terbuang karena money changer belum buka pagi itu. 1 penerbangan menyedihkan karena harus pulang dan mengakhiri liburan yang luar biasa itu. Ribuan perdebatan dengan Suwon. Ribuan tolakan dari Suwon ketika kita ajak hengout karena dia terlalu idealis dan ga asik, ga mau diajak kemana-mana. Hahahaa. Susah juga ini orang kalau diajak liburan.

Wow. Sebuah cerita singkat yang panjang. Lanjut…

Beberapa waktu setelah itu gw juga ke Tolouse, Prancis. Yang ini ceritanya training dibayarin kantor. Bisnis trip yang sangat fenomenal dan berkesan buat gw. Ini pertama kalinya gw pergi sendirian. Walaupun kerja tapi di dalam kepala gw ini kayak liburan. Solo travelling yang pengen gw lakuin dari jaman dulu. Mulai dari cerita koper hilang di bandara Paris, nginep sharing apartemen berdua di apartemen seorang cowok Prancis, gw nyari pake aplikasi airbnb yang buat orang liburan, karena kantor ga sempet nyariin hotel. Pake kolor orang Prancis karena dia sangat baik mau nawarin kolornya berhubung gw ga ada pakaian sama sekali. Gw juga mau-mau aja karena kapan lagi lu bisa cerita tolol seperti ini. Makanan yang sangat enak di Prancis dan membangkitkan semangat cacing-cacing dalam perut gw. Jalan kaki di setiap malam di Tolouse pada saat musim panas yang gelapnya itu jam 9.30an. Sebuah sore-malam yang asik dengan rekan-rekan training dari vendor/manufacturer. Mendengar cerita orang lain diawali dengan pertanyaan simple “What is your country like?” memang seru. Bahkan ditawarin main ke Canada dan dikenalin dengan 2 orang cewek post-mahasiswi yang dia kenal dan sangat recommended menurut dia. Kota indah dan mbak-mbak Toulouse yang cantik-cantik banget. Beuuuh jadi pengen nikah sama orang sana demi misi memperbaiki keturunan. 1 cewek Toulouse random yang berhenti dan nyamperin gw saat gw lagi santai di cafe karena dia familiar sama bau rokok sampurna. 1 trip ke Carcassone dengan random stranger cowok dari Spanyol karena dia juga lagi ngetrip solo. 1 cewek cantik super lucu di Carcassone castle yang kalau bingung ngomong bahasa inggris hanya bisa senyum-senyum ketawa pake bahasa isyarat. Pengen gw cubitin tuh pipi. Duh dek.

Mungkin 2 trip di atas highlight terbaik untuk tahun ini. Travel while you’re young kalau kata pepatah-pepatah. Masih banyak spot yang pengen gw kunjungin, tapi mau yang lokal. Sampai saat ini belum kesampaian karena liburan di kosan sangat luar biasa. Budget juga agak menipis setelah beli komputer gaming, demi. Gini nih kalau kebanyakan hobi, duit bisa lari ke semua tempat.

Trip berikutnya kemana ya?