Setelah menunggu selama 1 minggu, akhirnya seekor tikus meronta-ronta juga di perangkap lem tikus tadi pagi. Ini nih potonya pas masih fresh.

Beberapa hari pertama gw cukup kecewa, karena sitikus (gw kasih nama siti aja deh. biar in memoriam. heheh) ga nyantol di perangkapnya. Sampai hari ketiga hanya seekor kecoa yang joged-joged di perangkap (keliatan di pic tuh). Kasian juga liatnya. Perangkapnya bukan buat dia, eh malahan terjebak. Collateral damage bro. Hehe.

Ceritanya tadi pagi gw bangun, keluar kamar jam 8, dan mau mandi karena badan yang lengket-lengket gara-gara keringetan main badminton semalam. Pas jalan ke kamar mandi, gw liat di depan pintu kamar mandi seekor tikus yang lagi joged-joged ngangguk-ngangguk. Gw langsung teriak…. “HHUUUANNNNJEEEEENNNNGGGG….. ADA TIKUUUUSSSSS”. Siti juga ikutan teriak karna teriakan gw. Jadinya kita sama-sama teriak kayak orang high. Anak-anak kosan gw juga berhamburan keluar dan ikutan ngeliat fenomena alam ini.

Awalnya gw mengira sitikus lagi party mabok-mabokan. Tapi nggak. Siti berusaha untuk ngelepasin kaki dan ekornya yang nempel. Kasian juga liatnya. Tapi apa daya lah. Demi kesehatan dan kebaikan semua anak kosan. Harus dibiarkan.

Bisa diliat di gambarnya tuh, si perangkap lem mirip buku yang bisa dilipat. Karena bagian badan atas siti belum nempel, gw ama ichad berjibaku untuk bikin siti nempel secara full. Dengan bantuan nimbuzz 2000, kita bertarung dengan gagah berani, dan pada akhirnya badan dan kepala siti nempel dengan oke.

Dengan penuh rasa bersalah, dengan sangat terpaksa perangkap harus ditutup. Saat-saat terakhir tikus gw lalui dengan penuh cinta dan kasih sayang. Siti masih mengeluarkan suara-suara merdunya. Walaupun kasihan, tapi gw jijik. Jadi ini harus berakhir.

Rest In Peace Siti…