Search

Adventures of life

Occasional thoughts, dumb ideas, and the never ending laughs

11. Take four minutes and tell your partner your life story in as much detail as possible.

original 36 questions post

No partner but who gives a fuck.

Gw dibesarkan di Padang. Umur 3 tahun, Bunda gw ngambil master degree di Melbourne, Australia. Gw ikut ke sana selama 1.5 tahun. Alhasil gw lupa bahasa Minang, dan ngomong bahasa Inggris sama orang tua gw. Balik ke Padang, orang tua tetap mempertahankan bahasa Inggris sebagai bahasa dalam keluarga. Ketika ke warung, orang-orang cuma melihat kita karena tampang Minang tapi ngomong bule hhahaha. Gw ngerasa kita jadi objek aneh yang selalu diperahatiin orang. Continue reading “11. Take four minutes and tell your partner your life story in as much detail as possible.”

10. If you could change anything about the way you were raised, what would it be?

original 36 questions post

Menurut gw orang tua gw membesarkan gw dengan baik kalau untuk urusan sopan santun, akhlak, atau pendidikan. Gw juga dasarnya nggak ngehek-ngehek amat sih waktu bocah. Bukan jenius matematika, tapi yang penting lulus. Gw bisa mikir mana yang salah dan mana yang benar sebagai seorang manusia. Gw nggak socially awkward juga jadi untuk urusan pergaulan gw oke oke aja kayaknya. Satu hal yang selalu bikin gw bergumam berkaitan dengan hobi gw. Bola dan musik. Beberapa temen-temen kantor gw bilang kalau gw jago main bola dan musik. Padahal  nggak sama sekali hahaha.

Bola. Gw tumbuh di lingkungan teman-teman gw yang hobi main bola. Ketika masih SD, hampir tiap sore gw main bola. Jaman SMA mungkin sekali dua minggu gw main bola tanpa sepatu 3 lawan 3 di rumah temen gw. Kalau ada turnamen antar kelas, gw sih ikut juga. Kadang starter, kadang cadangan. Gw bukan pemain yang sensasional. Continue reading “10. If you could change anything about the way you were raised, what would it be?”

9. For what in your life do you feel most grateful?

original 36 questions post

Hahh kalau memilih satu aja, gw sangat bersyukur bisa hidup mandiri.

Sekarang gw punya gawean fix (mudah-mudahan nggak dipecat aja hahaha). Momen hingga gw ngedapetin kerjaan memang penuh perjuangan yang berat. Terhitung balik dari jaman stress nyari kerja dan nganggur setahun, setengah mampus mencoba lulus dari kampus, (gw bukan mahasiswa teladan),  diterima di ITB yang waktu itu kampus nomer 1 di Indonesia, dan dorongan orang tua biar semua ini jadi kenyataan.

Dengan gawean ini gw bisa menghasilkan duit. Biayain hidup gw sendiri untuk kebutuhan pokok gw. Menghabiskan sisanya untuk kebahagiaan gw hahaha.

Saat ini gw memang belum punya rencana yang jelas untuk masa depan. Di kala mayoritas temen-temen gw sudah menikah, punya anak, beli mobil, bikin rumah, dan mungkin ada yang investasi untuk kebutuhan masa depan, gw masih pengen seneng-seneng. Salah satunya traveling.

Gw takut kalau nanti setelah berkeluarga, gw nggak bisa melakukan hal-hal yang bikin gw penasaran. Jadi bener-bener memanfaatkan menghabiskan duit untuk menikmati hidup. Dan semua ini disupport oleh penghasilan gw. Gaji gw standard2 aja kok, tapi asalkan ditabung, bisa lah untuk travelling sekali-kali. Ya begitu.

 

8. Name three things you and your partner appear to have in common.

original 36 questions post

Hehehe gw nggak bisa jawab KARENA GW JOMBLOOOOO!!!!!!!

7. Do you have a secret hunch about how you will die?

original 36 questions post

Nggak tau haha. Kalau nggak karena umur tua, apalagi kemungkinannya?

Tulang keropos karena cedera akut di lutut, ankle, dll karena main bola? Bisa. Penyakit dalam karena makanan nggak sehat atau ngerokok? Bisa. Karena hobi main di laut? Mungkin. Nggak tau deh. Semoga nggak aneh2 amat hehehe.

6. If you were able to live to the age of 90 and retain either the mind or body of a 30-year-old for the last 60 years of your life, which would you want?

original 36 questions post

Uuuuu.. Ini sedikit susah.Jadi dari umur 30 sampai 90, gw bisa milih

a. Fisik gw pada umur 30. Ini berarti di umur 90 gw masih bisa main futsal 2 jam lawan anak-anak muda, masih sanggup lari 6 keliling x 400 meter, masih bisa diving, dan masih kuat travelling bawa ransel 10 kg.

b. Otak gw pada umur 30. Ini berarti gw nggap pikun, masih bisa nego harga barang di pasar, masih bisa main game PC dan nyelesaiin quest2 yang rumit, dan masih bisa ngobrol dengan orang lain seperti manusia biasa hahaha.

Dua-duanya sangat menarik, tapi kayaknya gw bakal sedih kalau hidup gw terbatas oleh fisik kakek-kakek. Bayangin aja jika lu punya semua waktu dan uang pada umur 80, tapi nggak bisa travelling atau snorkeling karena lu gampang lelah. Gw bakal milih fisik seorang bocah 30 tahun!!!!

5. When did you last sing to yourself? To someone else?

original 36 questions post

2 hari yang lalu, main keyboard dan menyanyikan bed of roses bon jovi. #ObsesiRockstar

Gw ngerasa tiap gw main musik di kostan, anak-anak kostan mendengarkan gw dari kamar mereka masing-masing sambil nyanyi dengan pelan. Hahaha pede amat. Di kantor gw sering nyanyi sambil kerja, kadang ada rekan kantor yang ikut nyanyi, kadang ada yang ketawa karena gw kayak orang tolol. Ini juga nyanyi sebait 2 bait.

Lagi ngetik depan laptop dan tiba-tiba gw teriak “Katakaaannnn.. ooo.. Pada mama.. oooo.. jeng jengg teererrrtttttt…”

Tapi untuk nyanyi secara sadar di depan orang-orang dan temen-temen gw, buat asik-asikan aja, seinget gw ketika jalan-jalan ke ujung kulon dan pulau peucang bulan desember tahun kemaren. Nyanyi sambil gitarlelean menghibur temen-temen open trip.

postingan ini cukup menggambarkan hobi gw mengenai musik

 

4. What would constitute a “perfect” day for you?

original 36 questions post

Ahh sederhana.

Gw sangat amat benci sama sakit kepala atau migrain yang bikin gw stress. Gw nggak inget kapan pertama kalinya gw mengenal masalah kehidupan ini, tapi gw tau kapan penyakit ini bisa datang. Ketika gw nggak ada kerjaan, alias ga ngapain-ngapain, atau duduk bengong. Gw harus ngelakuin sesuatu.

Pada hari biasa / weekday, gw hampir nggak pernah migrain, karena gw kerja. Walaupun kerja itu nggak seru dan bikin emosi haha, tapi gw mikir. Gw kena migrain kalau gw ikut classroom training, dan materinya atau pengajarnya nggak menarik sama sekali sehingga gw nggak mau merhatiin. Karena harus ikut trainingnya, gw terpaksa harus duduk di dalam kelas sampai jam training berakhir. Gw bisa migrain, dan kepala gw bisa meledak.

Kalau weekend, kalau dikosan, gw harus main game, nonton film, yutub, main keyboard, gitar, nyanyi-nyanyi, dll. Kalau nggak gw mesti jalan keluar mencari udara segar (makanya gw cukup sering cari air dan pantai).

Selama gw nggak migrain, segala sesuatu terasa sempurna.

3. Before making a telephone call, do you ever rehearse what you are going to say? Why?

original 36 questions post

Secara umum nggak sih. Gw tau gw bakal ngomong apa, dan gw sampaikan secara langsung tanpa sesi latihan dahulu. Gw bukan lomba pidato, jadi peduli amat kalau nggak sempurna bahasa dan penyampaiannya. On the spot aja.

Selama ini, keadaan yang membutuhkan gw latihan terlebih dahulu adalah ketika ada presentasi di esok harinya. Salah satu yang paling berkesan adalah sebelum sidang tugas akhir waktu kuliah.

Gw bikin poin mau ngomong apa, pasang timer, bahkan pernah gw rekam dan ngakak sendiri ketika denger rekamannya. Sumpah gw kayak orang goblok kalau ngomong hahahaha.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑