penuh dengan pengamat

hwwellohelloheloo..

beberapa hari yang lalu, sperti biasanya pada hari2 lainnya gw ama temen2 gw lagi pada nongkrong di rumah kuning tercinta. klo lagi nongkrong biasanya yah, nonton tipi, main kartu atau sebagainya. dan karena kita rame2an topik pembicaraan pun selalu mantrap…

waktu itu kita lagi nonton berita, gw ga inget berita apaan, tapi klo ga salah tentang permasalahan yang ada di dalam dunia perpolitikan yang ada di indonesia negara kita tercinta. dan di kala itu, diwawancarailah seorang yang mengaku dirinya adalah PENGAMAT POLITIK.. kita pun mendengarkan bersama2. dan timbul-lah komentar2 aneh, goblok dari kita semua. penuh dengan canda tawa seperti biasanya…

tapi, tapi, tapi,,

yang sering gw denger sih, kok pada jadi pengamat semua yah??? hhhahaha..

emangnya pengamat itu kerjanya apaan? klo dari judulnya pengamat politik sih, gw mengira si doi bakal meliat kondisi politik, lalu berkomentar, n berbicara panjang lebar dengan sangat luar biasanya, ibaratkan yang dia sampaikan selalu benar dan harus didengarkan oleh seluruh khalayak ramai. dengan hanya mengatakan ini bagus, itu jelek, pengamat pun mendapatkan duit…

yah tapi klo selama pekerjaaan para pengamat itu bermanfaat, syukur deh. moga2 indonesia bisa menjadi lebih maju… amin..

tapi pada sore itu, salah satu yang bikin kita ketawa adalah ide2 brilian dari sekumpulan otak2 gila anak ITB plus seorang temen gw YUDI, temen sekelas sma, yang kuliah di kedokteran  UNAND, yang kebetulan lagi liburan di bandung.

klo seandainya dokter dipecah menjadi beberapa sub-bagian lagi gimana yah?? jadinya ada pengamat kesehatan.. kira2 pembicaraan antara dokter pengamat kesehatan ama pasiennya gimana yah?!?!?

setelah diperiksa oleh si dokter

pasien: jadinya kondisi saya gimana dok?

dokter: hmmmm… cukup susah untuk disampaikan dengan kata2

pasien: hhaaa??? maksudnya apaan dok?

dokter: kamu menderita penyakit kanker stadium 5.5 .. paru2 kamu kayanya bakal meledak. saya melihat ada kecoa yang berkeliaran di dalamnya…

pasien: oooo… gitu ya.. syukur deh.. jadinya gimana??

dokter: jadinya gimana apaan?

pasien: yah… maksud saya, langkah berikutnya apaan?, saya mau diapain, opname, diobat, operasi atau apa gitu… so??

dokter: ooo ituu…. itu bukan tugas saya..

pasien: bukan?? kenapa?

dokter: saya hanya seorang pengamat… klo mau berobat, pergi ke dokter pengobat penyakit.. dan sayangnya kanker kamu udah terlalu parah.. klo ga, kamu masi bisa ke dokter pencegah kanker…

pasien : :roll:

hhhuauhahahahah….

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

kita pun ngakak kaga tanpa hentinya… klo dokter aja ada pengamatnya, dunia kedokteran bakal kaya gini nih.. apalagi klo seluruh bidang keprofesian terintegrasi seperti ini. bisa2 warga yang mau hidup lancar, jadi susah bokernya…

makanya… pesan buat seluruh umat manusia.. pengamatnya jangan kebanyakan… masa politik diamati mulu… hhhehe

luv u all..

Dengan kaitkata , , , , ,

23 thoughts on “penuh dengan pengamat

  1. rajakupu mengatakan:

    Betul kalo kebanyakan pengamat di dunia kedokteran bisa-bisa pasien banyak yang yang terabaikan tentang penyakitnya tuh heee…bisa-bisa penyakitnya hanya di amati saja dan tidak di beri tindakan atau pencegahan

  2. Asop mengatakan:

    Mungkin.. pengamat itu hanya berkomentar. Dan mungkin juga HANYA BISA berkomentar. Kalo disuruh turun tangan langsung dia mati kutu. :lol:

  3. Kakaakin mengatakan:

    Hehe… ada2 aja percakapannya :D
    Wajar aja kalo banyak pengamat politik, hitung aja stasiun tipi di Indonesia ada berapa. Trus kalikan dengan jam2 siaran talkshow2/news gitu…
    Kalo pengamat politik yang available dikit aja, bisa2 pihak stasiun tipi ngontak kamu, Will…
    haha… :lol:

  4. nurhayadi mengatakan:

    Kalo ga gitu ga ada kerjaan mas. Salam kenal dari solo. See you in my blog.

  5. darahbiroe mengatakan:

    karena paling enak jadi pengamat
    hahahha
    nonton bola pengamata paling pintar dahhh :D

  6. alisnaik mengatakan:

    selamat pagi

    mengamati itu memang mengasyikkan.
    apalagi mengamati cewek2 cakep.
    asyik dan mudah.
    wkwkwkwk.

    terima kasih dan mohon maaf :o

  7. matahari mengatakan:

    hha.. itu jelas ga boleh. kan ada sumpah dokternya :D

  8. hellgalicious mengatakan:

    waah kalo dokter jadi pengamat ntar yang ada bukannya diobatin tapi malah diceramahin lagi
    ahaha

  9. Arif R. mengatakan:

    kunjungan pagi selam kenal, mari saling mengamati.. *loh???*

  10. info solo mengatakan:

    kunjungan pagi,, salam kenal dari solo…

  11. dhebu mengatakan:

    wahh,,klo dokter jdi pengamat bisa2 pasien yg sakit bukannya sembuh malah tambah parah..
    gr2 kelamaan diceramahin,,hehe

  12. isdiyanto mengatakan:

    pengamat politik,
    pengamat ekonomi,
    pengamat militer,
    pengamat kesehatan,
    pengamat pendidikan,
    pengamat sosial,
    pengamat …
    pengamat …..
    pengamat …. (banyak banget ya)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 227 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: